Sabtu, 10 Oktober 2015

Live On Board 3d2n, Sailing Trip The First Time In My Life!! Part 3

Hari Ke 3 Bertepatan Dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Raya Yang Ke 70
Senin, 17 Agustus
Saat itu adalah hari senin yang paling indah dan besejarah dalam hidup gw, karna hari itu bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia Raya yang ke 70. Jayalah Indonesia ku tercinta, Merdeka!!!
Hari Kemerdekaan Republik IndonesiaYang Ke 70
Pada 17 Agustus 2015 
         
Sesuai dengan rencana awal yaitu kami harus dapet Sunrise di Pulau Padar dan gw pun bangun untuk menemani mas Supardin, kapal mulai berangkat jam 04.00 wita buset gokiiil ni mas Supar. Ini adalah pengalaman gw diatas kapal yang paling menegangkan sekaligus salut sama beliau, karena beliau mengemudikan kapalnya ditengah malam yang masih gelap gulita tak perduli seberapa besar ombak yang menerjang. Para abk nya pun masih tertidur kami berdua hanya ditemani oleh taburan bintang yang sekaligus menjadi petunjuk arah untuk menuju Pulau Padar. Hari ini adalah hari kemerdekaan Indonesia yang ke 70 kami dengan bangga selalu membawa dan mengibarkan sang bendera merah putih ini, kami akan terus mengenangmu para pahlawanku yang rela mengorbankan nyawa demi tanah air tercinta ini. Ku panjatkan doa untuk mengenang jasa-jasa mu dan engkau yang gugur di  udara birukanlah langit Indonesia ini, engkau yang gugur di  daratan suburkan dan damaikanlah tanah di bumi pertiwi ini, dan engkau yang gugur di  lautan redamkanlah gelombang di negeri ini, salam hormatku padamu semoga engkau tenang dan damai di alam sana. Merdeka!!!
            Balik ke kapal sarapan terus leyeh-leyeh sembari ngopi nikmatnya hidup gw pada pagi hari ini, makan teratur 4 sehat 5 sempurna ngopi ngeteh semaunya ada pisang goreng setiap pagi, setiap hari bangun pagi gak liat tembok yang gw liat laut yang biru, pantai yang bersih, pulau yang eksotik, dan elub pake bikini *eh ,tertawa melihat tingkah laku si abk licik Riki kardus halaaaaah abang tak kuat dek sadar akan ini sudah menginjak hari ketiga dan esok kami akan melanjutkan perjalanan ke Waerebo. Setelah perut kenyang kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya , Riki sang abk pun melepaskan ikatan tali dipohon kemudian mengangkat jangkar, destinasi selanjutnya yaitu kami akan menuju Pulau Kelor. Sesampainya dipulau Kelor kalo yang lain pada asyik snorkeling dan bermain dipinggir pantai gw seorang diri menuju bukit untuk melihat pemandangan dari ketinggian, bukannya gw gak mau nyemplung kulit ini sudah sangat ireng men mending gw ngadem dibawah pohon menikmati panorama Pulau Kelor ditemani oleh angin yang sepoi-sepoi.
Pada asik updateee *iri gegara gak ada sinyal*

Pulau Kelor

Pulau Kelor, Biar kayak orang2 pose poto dari belakang

          



















Lanjut berlayar menuju destinasi terakhir dalam sailing trip ini yaitu pulau bidadari, walaaaah mayan pulang-pulang bawa bidadari euy. Banyak kapal yang merapat menjadikan pulau ini sebagai destinasi terakhir karna jaraknya yang dekat dengan sekali dengan Labuan Bajo. Kami menghabiskan waktu dipulau ini dengan santai duduk-duduk ditepi pantai menikmati pemandangan sekitar *lirik kanan* elub ganti kutang, *lirik kiri* elub bejemur, *mandang lurus kedepan* elub hilir mudik make bikini, *lirik kebawah* adek gw ngedongak ternyata ahaha. Lapar memanggil kami langsung naik ke kapal untuk makan Siang sekaligus menuju Labuan bajo yang berarti sailing trip ini berakhir sampai disini. Sedih?? Kenapa gw harus merasa sedih, Belom puas atau kurang senang?? Loh disini gw sangat senang ko bahagia malah dan juga mendapat kepuasan serta kenangan dari keindahan alam Kepulauan Komodo bersama Mas Supardin, Riki kardus, mba Aisyah, dan Haidar. Tapi kenapa hati ini kayak ada yang ngeganjel, seperti tak rela melepaskannya. Mungkin kata yang tepat untuk saat itu adalah Rindu, Yaa!! Rindu!! kami pasti akan rindu saat-saat kebersamaan kami didalam kapal terombang-ambing diatas laut flores yang berlayar diantara pulau-pulau nan eksotis. Merasakan mentari pagi yang menyegarkan jiwa, waktu siang bermandikan cahaya matahari yang terik menampar kulit, saat senja yang sangat romantis diiringi suara deburan ombak yang merdu seperti alunan musik instrumental, dan tertidur di malam yang dingin diselimuti oleh gelapnya langit dan taburan bintang.

PAKET MURAH SAILING TRIP KEPULAUAN KOMODO 3D2N

Menuju Kampung Waerebo Dari Labuan Bajo

Live On Board 3d2n, Sailing Trip The First Time In My Life!! Part 2

Hari Ke 2 Kampung Komodo Yang Sederhana Tapi Mengagumkan

Minggu, 16 Agustus
            Kemilau mentari di ufuk timur menjanjikan sejuta kebahagiaan, hujan semalam habis tersapu oleh cahaya matahari yang menebarkan hangatnya dalam pelukan semburan cahayanya. Selamat pagi kawan seperjalanan buset banguuun jangan tidur mulu lu kira ni rumah nenek pada pules-pules banget tidurnya ahaha. Gw, Faiz, Dablang dan Uga langsung lompat dari kapal menuju bukit Gili Lawa lagi untuk berburu sunrise jangan tanya yang lain, yang lain masih belom bisa mup on dari matras kesayangan dan selimut jagoannya. Setelah nikmatin sunrise diatas bukit sekarang gw nikmatin sunrise di atas kapal, pagi yang indah yaitu ketika tangan kiri megang segelas kopi ireng, tangan kanan megang pisang goreng, sebatang rokok filt*r menancap tepat dibibir, dan mentari pagi yang perlahan timbul dibalik bukit. Selamat Pagi!!
Nikmatnya pagi ku ini, kapan bisa kayak gini lagi yak???














Sarapan heula














  
Perlahan kapal pun mulai berangkat ke Manta Point, disini adalah pengalaman gw yang paling kocak dan malu juga si sebenernya karna saat sang kapten melihat 2 ekor Manta gw pun disuruhnya untuk nyemplung langsung padahal ntu laut warnanya masih biru tua yang pasti dalem banget. Tapi dengan bodohnya dan saking nafsunya gw pun melompat dengan sekali tarikan nafas sambil memegang kamera underwarter jagoan lalu gw pun menyelam. Gambar Manta pun didapat dan saat gw muncul kepermukaan kapal pun agak terlihat jauh menurut gw, karna saking paniknya yang gw rasakan saat itu adalah badan gw ketarik arus huuuaaaa ni laut dalem meeen dan gw sendirian pula. Saking paniknya paha gw pun jadi keram dan gw pun berenang melipir tampan ke kapal yang sedang melaju perlahan dari arah samping kiri gw dan akhirnya gw numpang kapal bersama sepasang bule yang cewenya pake bikini mayan rezeki anak soleh ehehe.



 Abis itu gw pun balik lagi ke kapal dan melihat teman-teman yang lain berenang bersama Manta, oh ya jenis ikan Pari Manta atau Manta Ray ini baik tidak beracun dan tidak mematikan pula, gak kayak Mantan yang nyakitin dan bikin trauma eh *salah fokus* maksudnya gak kayak ikan Pari sejenisnya yaitu Sting Ray yang mematikan.
Kapal mas Supardin











Mas Supardin lagi nyari mantan eh manta











Manta Ray






Selesai berburu manta



















Setelah puas berenang bersama Manta kami pun menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Ping atau Pink Beach dadaaaah Mantaann eh Mantaaaa, dalam perjalanan kami diiringi dengan pasukan lumba-lumba yang berenang melompat-lompat disamping kanan kapal kami ah sayang kamera gw lagi di caass huuaaa. Tak membutuhkan waktu yang lama kami pun sampai di Pink Beach ini, dari kejauhan terlihat kapal yang makin lama semakin mendekat mereka menawarkan untuk mengantarkan kami ke pantai dengan biaya Rp20.000 PP. Yap memang semua kapal yang datang ke Pink Beach ini tidak di ijinkan untuk terlalu mendekat ke bibir pantai dan melempar jangkar hal ini untuk melindungi koral-koral yang ada diseputaran pantai. Karna niat gw mau menikmati indahnya bawah laut Pink Beach ini gw pun menyelam menuju bibir pantai sekitar 20 meteran lah, sayangnya gw gak pake fin jadi pegel juga belum lagi arus yang mengarah ke karang jadi gw berenang agak nyerong ke kiri alhasil gak sempet foto-foto daann sangat menyesaaal. Sesampainya dibibir pantai gw pun langsung menuju salah satu bukit untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, benar-benar indah lengkungan bibir pantai yang berwana Ping itu rasanya mau ku ketjup saja *mmuaachh.
Pink Beach dari kejauhan

Panorama Pink Beach dari atas bukit

Om Hari terdampar


            Lanjut berlayar menyambangi Taman Nasional Komodo, yap kami akan melihat langsung habitat hewan purba yang merupakan binatang langka yang hanya terdapat di Indonesia yaitu di Pulau Komodo. Setelah melapor dan membayar administrasi memasuki (TNK) Rp. 300.000 untuk 8 orang ini harga pelajar dan sudah termasuk 2 ranger, ranger merah dan biru ahaha candaa. Ranger disini bukan power ranger yang di tipi-tipi, ranger disini adalah pawang nya komodo yang akan ngebimbing dan melindungi kami. Kami memilih medium trecking, setelah briefing selesai kami berjalan didampingi 2 ranger 1 didepan dan 1 lagi dipohon nahlu ya dibelakanglaaah lu kira Naruto ehehe. Kami banyak diberi informasi tentang habitat Komodo ini terakhir diteliti populasi Komodo ini berjumlah 2.915 ekor yag tersebar dikepulauan komodo seperti di Pulau Padar, Pulau Rinca, Gili Motang, kami pun diberi informasi termasuk kejadian-kejadian tentang penyerangan binatang buas ini terhadap para ranger dan pengunjung ada yang cacat ada yang sampai meninggal wow ngeri kalii!! Setelah selesai kami pun menuju kampung komodo menggunakan kapal sekitar 15 menit untuk bertemu mas Guri Ridola @langkahjauh, ia seorang solo traveler dari Padang sudah hampir 3 bulan beliau menetap di kampung komodo ini dan sekarang mengajar di SDN Komodo sebagai guru bahasa inggris the best lah uda Guri ini ehehe. Kami diantar untuk berkeliling kampung komodo sambil menyapa para penduduk yang begitu ramah ini, mereka tinggal dirumah yang sangat sederhana yang mereka bangun seperti rumah panggung. Dan kami pun diantar ke rumah seorang legenda hidup pembuat patung Komodo pertama yaitu bapak haji Nuhung yang harganya konon bisa mencapai hingga puluhan juta nahlu. Mas Guri ini numpang tinggal dirumah bapak Suhardi, gw sebenernya mau banget mandi pas ditawarkan suruh pakai kamar mandi tapi apa daya gw males banget untuk menyentuh air tawar biarlah kali-kali tubuh ini merasakan air asin terus siapa tau entar gw jadi jago berenang *gaknyambung* *abaikan*. Mas Guri menceritakan tentang perjalanan panjangnya yang dimulai sejak tanggal 1 Januari 2015 dari Padang  hingga bisa sampai di Kampung Komodo ini banyak pegalaman beliau yang gw serap apalagi tentang cara menumpang dengan truk ehehe, tak berapa lama bapak Suhadi pun datang sehabis memancing ikan ia langsung masuk kedalam sebentar lalu keluar membawa teh hangat serta kue dan perintilannya yaa kayak bisuit keripik gituu. Sambil menghisap rokok jagoannya beliau pun bercerita tentang sejarah pulau komodo dan tentang penduduk disini yang sangat erat hubungannya dengan binatang buas tersebut. Yang lucunya setelah ia bercerita tentang penduduk disini ia pun bercerita tentang 2 orang pelancong dari kota Jakarta yang ceritanya pada saat itu mungkin mereka kehabisan uang dan tak tau harus tidur dimana, setelah ditawarkan untuk menginap dirumah bapak yang baik ini saja mereka menolak karna mungkin tidak mempunyai uang atau takut nanti ditagih biaya menginap. Padahal bapak yang baik hati ini udah bilang mereka akan dianggap seperti keluarga sendiri subhanallaaah. Sedikit pesan untuk tingkat kewaspadaan dan mindset orang Jakarta kalo berkunjung keluar daerah harus diminimalkan, dan pada akhirnya 2 orang tersebut tidur di kapal yang terdampar dipinggir pantai. Setelah panjang lebar bercerita kami pun pamit menuju kapal untuk makan malam, sesudah perut kami terisi gw dan Uga pun keluar kapal duduk di dermaga bersamaan dengan mas Guri ini yang datang ke dermaga juga, dan subhanallah sudah tak terhitung berapa kali aku takjub dengan keagungan mu ya allah tentang ciptaanmu pada keindahan alam Indonesia ini. Langit di malam kampung komodo ini sungguh mempesona berjuta bintang bertaburan di langit angkasa menyelimuti gelap malam kampung komodo. Deburan ombak dan angin laut seperti menyapa lalu membisikan kata-kata indah yang sangat lembut kemudian kami pun terbujur kaku dan membisu menikmati pemandangan langit di malam ini, mengagumi keindahannya tak lelah kepala kami bertiga pun dibuat terus mendongak ke atas langit  yang sungguh indah, mempesona dan menakjubkan ini. Ya tuhan sekarang aku sadar, engkau membawa ku ke tempat ini untuk menunjukan kuasamu, keagunganmu, agar aku semakin percaya, yakin dan tunduk kepadamu, betapa beruntungnya diri ku bisa menikmati keindahan malam ini terimakasih ya tuhan.
Jembatan menuju pintu masuk TNK

Mas Bagus Pintu Masuk TNK

Faiz berlagak kayak ranger abu2 wkwkwk

Treking di pulau komodo

Treking di Taman Nasional Komodo
Bertemu sang komodo wooww mejing!

bawaannya mao gw taekin aja

Gokil gak tuuuhh!!


Awesome!! ahaha
Bersama Bapak Haji Nuhung

Anak-anak di pulau komodo sedang sparing bola ahaha

Live On Board 3d2n, Sailing Trip The First Time In My Life!! Part 1

Hari Pertama Berlayar Menjelajahi Kepulauan Komodo
Sabtu, 15 Agustus
            Setelah check out dari homestay kami langsung menuju dermaga tak lupa kami membeli jajanan cemilan cepuluh cebelas untuk dikapal nanti ehehe. Setelah persiapan selesai jangkar pun di naikan layar pun di turunkan dan kapal pun segera  berangkat, mari kita berlayaaarr kapteeen *padahal ni kapal kan pake mesin gak pake layar* wkwkwk. Dimulai dari hari ini untuk pertama kalinya gw akan tinggal di atas kapal selama 3 hari 2 malam bersama kapten Supardin yang tegas, para abk nya mba Aisyah yang penyabar, Riki kardus si gokil, dan Haidar si pemalu. Jadi teringat nyanyian dulu waktu gw kecil. “Nenek moyang ku seorang pelaut gemar mengarungi luas samudera. Menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa. Angin bertiup layar terkembang ombak berdebur di tepi pantai. Pemuda berani bangkit sekarang ke laut kita beramai-ramai”.
Pulau Kanawa
Jembatan yang berdiri dihamparan koral yang indah

   





























Yap tujuan pertama kami yaitu Pulau Kanawa yang terkenal dengan keindahan pulaunya serta dikelilingi oleh terumbu karang yang indah dihiasi dengan pantai pasir putihnya. Pulau Kanawa adalah pulau kecil yang letaknya ada di perairan Flores, nama kanawa hampir mirip dengan nama sebuah pulau di Sumbawa Barat yaitu Kenawa. Pulau Kanawa ini sekarang dikelola oleh orang berkebangsaan Italia, di pulau seluas 32 hektar ini dibangun bungalow yang ada dibibir pantai. Setelah kapal merapat di dermaga Pulau Kanawa kami tak buang-buang waktu lagi langsung meluncur ke atas bukit untuk menikmati keindahan Pulau Kanawa dari ketinggian ditemani abk cilik eh licik si sebenernya yaitu si Riki kardus ahaha. Dari atas bukit terlihat panorama yang mengagumkan perpaduan antara gradasi warna laut dari biru tua, biru muda dan hijau tosca aahh sungguh indah!! Gak sabar setelah ngeliat birunya laut kami pun langsung kembali ke kapal, yaaap waktu nya nyempluuung. Snorkeling di sekitaran Pulau Kanawa ini seperti berjalan diatas taman, karangnya itu tampak subur tidak ada yang rusak dan visibility di Kanawa ini juga sangat bagus. 
Ikan badut dan anemon, contoh simbiosis mutualisme
E eh kenapa om Har?? wkwkw
















Faiz, Fildzah, Septi, Hari, Arya, Bagus, Uga
















Setelah puas bermain air dan menikmati pulau yang indah kami melanjutkan perjalanan yaitu menuju Gili Lawa, Gili Lawa ini adalah salah satu tempat yang gw nanti-nantikan karna pemandangan dari atas bukit yang dapat ditempuh sekitar 30 menit gili lawa memiliki landscape pemandangan yang sangat mengagumkan ditemani oleh Riki kardus abk licik yang lucu gemes imut pokoknya bawaannya mao gw cubit pipinya ampe berdarah trus gw tonjok ama gw jambak ahaha candaa ki gw sayang elu koook. Karna perjalanan kali ini dekat sekali dengan hari kemerdekaan Indonesia kami membawa bendera merah putih yang dengan bangga akan selalu kami kibarkan dalam menjelajahi kepulauan Komodo ini. Terimakasih para pahlawan kalian telah rela berjuang mati-matian demi tanah air tercinta yang memang pantas untuk diperjuangkan ku kibarkan dengan bangga bendera sang merah putih untuk mengenang jasa-jasa mu. Setelah puas bermandikan sinar matahari kami pun langsung menuju spot Sunset untuk menikmati senja. Waktu senja gak bakal gw lewatin gitu aja karna senja adalah saat terbaik menceritakan kisah-kisah rindu lu pada langit yang biru berubah menjadi oren perlahan menjadi gelap disana lu bakal  menemukan jawabannya diantara angin laut yang berhembus dan pejaman mata. Puas menikmati senja kami pun menuju ke dalam kapal karna tak lama kemudian hujan pun datang mengguyur Gili Lawa.

ditambah view kayak begini
walaupun nasi goreng tetep aja jadi
4 SEHAT 5 SEMPURNA

Ditambah kopi ireng jadi 4 SEHAT 6 SEMPURNAA!!!
Bukit-bukit gili lawa darat
Treking ke puncak gili lawa









Kukibarkan dengan bangga
 sang merah putih dipuncak gili lawa














Sunset di Gili Lawa


















Labuan Bajo , Flores Yaitu Salah Satu Pintu Masuk Surga Di Timur Indonesia

Di Labuan Bajo Sebuah Mimpi Yang Akhirnya Menjadi Kenangan

Mentari pagi di selat flores
Jumat, 14 Agustus
Panas yang sangat terik lalu memantul dibirunya permukaan laut menjadi salah satu sambutan yang sempurna saat gw menyebrangi selat flores di bagian timur Indonesia ini, yang sangat menenangkan jiwa serta pikiran dan sekaligus menghangatkan pagi hari gw kali ini. Labuan Bajo adalah sebuah pelabuhan yang sangat indah di ujung paling barat pulau Flores dan merupakan pintu masuk sebelum ke Taman Nasional Komodo (TNK). Labuan Bajo pun menjadi tempat favorit bagi para traveller setelah Pulau Komodo menjadi salah satu dari jajaran pemenang New 7 Wonder. Selain itu waktu gw baca-baca tentang Flores dan Labuan bajo pada tahun 2014 kemarin Lonely Planet situs panduan perjalanan popular di dunia merilis destinasi-destinasi terbaik untuk dijelajahi pada 2015 dan Indonesia melalui Flores terpilih mewakili satu-satunya dari Asia yang menjadi Top 10 Regions Best In Travel 2015 bersanding dengan Macau, Pegunungan Rocky USA, Gurun Atacama Chili dan lain-lain, maka dari itu mari kita jelajah Flores it is beautiful place you must visit before you die.
Labuan Bajo!!
Sekitar 6-7 jam kapal pun merapat ke dermaga Labuan Bajo, akhhirnya gw menginjakan kaki di salah satu Pulau impian gw ini setelah menempuh perjalanan yang panjang. Langsung saja kami menuju homestay yang mumer diantar dengan temennya Uga yang kenal dari instagram, emang bocah instagram banget dah dia mah. Yap homestay Rasa Sayang lah yang menjadi pilihan kami untuk beristirahat harganya cukup terjangkau parrrah Rp.35.000/org /mlm TAPI untuk masalah kenyamanan yaaa bisa dibilang kurang lah kalo untuk orang kayak gw segini si gak jadi masalah yang penting bisa selonjoran dan mureeeeh. Jangan khawatir banyak homestay lain yang cukup terjangkau dan nyaman juga ko kalo mau nyari-nyari disekitaran pelabuhan *keluar pelabuhan belok kanan* banyak berjejer kayak Homestay Kharisma, Matahari, Pelangi, Corner Cool Backpacker dan lain-lain. Setelah beres-beres dan mandi kami pun keluar untuk mencari makan di Pendopo yang sepanjang  jalan itu berjejer rumah makan semua sekalian bertemu dengan mas Supardin sang kapten yang akan membawa kapal kami untuk sailing trip besok. Selesai makan  gw pun jalan kaki bersama Mas Supardin menuju pelabuhan untuk melihat kapal serta menikmati malam pertama gw di Labuan Bajo ini bersama bintang-bintang yang bertaburan di langit Flores ini hhmmm emejiiiing.

Live On Board 3d2n, Sailing Trip The First Time In My Life!!

Perjalanan Menuju Pulau Moyo Lanjut Labuan Bajo Flores Part 2

Hangatnya Keluarga Bang Jhony
Kamis, 13 Agustus
Kami pun bangun sekitar jam 06.00 pagi lalu prepare untuk nyebrang lagi ke Ai bari, tak lupa kami pun memungut sampah-sampah yang ada disekeliling tenda kami dengan plastik sampah yang telah kami siapkan. Yaa walaupun sebagian bukan sampah kami toh tidak ada salahnya untuk menjaga kebersihan dipulau ini. Bagi kalian yang mengaku mencintai alam Indonesia ini jangan lupa siapin kantong plastik buat nampung sampah kalian, mari kita budayakan memungut sampah di alam Indonesia ini dan budayakan membuang sampah pada tempatnya. Janganlah kalian menjadi penjahat perusak lingkungan yang ngaku-ngaku sebagai pecinta alam, backpacker, traveller atau apalah itu oke!!
Setelah selesai kami pun menuju Dermaga Labuan Aji diantar oleh mas Sanusi, sejauh mata memandang kami pun melihat sebuah kapal nelayan perlahan menuju dermaga. Tak butuh waktu lama sekitar 10 menit kapal itu pun merapat ke dermaga yang ternyata kapal milik Pak Akub, kami pun berpamitan dengan mas Sanusi dan kami pun berterimakasih karna sudah menemani kami di Pulau nan indah ini semoga kita bisa berjumpa kembali dan semoga kau diberi kesehatan selalu amin. Sekitar Jam 07.30 wita Kapal pun meninggalkan dermaga Labuan aji menuju Tanjung Pasir yaitu wilayah bagian timur Pulau Moyo membutuhkan waktu 2jam 35menit, yang katanya disini ada pantai yang indah dan spot snorkeling yang keceh. Baru sekitar 30 menit perjalanan dari Dermaga Labuan Aji entah kenapa ombak tetiba gede dan kami pun basah kuyup IYEES BASAH KUYUP MEN, ombak menerjang kapal kami bertubi-tubi tanpa henti membuat badan kami basah kunyuk eh kuyup  air laut, rambut kami pun jadi kelimis dan perut kami pun abis kekocok-kocok selama 1 jam lebih lamanya. Yang gw bisa lakuin saat itu cuman pegangan sama berdoa, berdoa semoga selamet dan berdoa semoga kagak muntah tengsin juga men anak pantai muntah *ciaelah. Semakin dekat dengan Tanjung Pasir ombak pun semakin terkendali gak lama sekitar jam 10.05 wita kapal pun sampai dan sang nahkoda kapal melempar jangkarnya.
Pak Akub dengan kapalnya
Pantai Tanjung Pasir
Arya Tanjung Pasir

Biar kayak orang-orang

Bawah laut tanjung pasir
Visibility yang pendek
Setelah puas bermain air kami pun melanjutkan perjalanan menuju Desa Ai bari, sesampainya di Ai bari jam 12.50 wita kami pun membersihkan diri dirumah pak Akub. Tak lama kami dihidangkan ikan asap untuk makan siang oleh anak pak Akub. Setelah gw inget-inget itu adalah ikan asap pertama yang masuk ke mulut gw ahaha sebelumnya gw belum pernah yang namanya makan ikan di asepin yaaaa bau asep men ahaha. Dan ternyata tanpa gw sadari gw makan sampe nambah 2x ikan asap gw santap abiizzz, disaat itu gw gak bisa bedain apa emang ikannya enak banget atau gw nya yang lagi kelaperan ahaha. Setelah kami selesai makan dan berpamitan dengan keluarga pak Akub kami pun melanjutkan perjalanan kembali menunju rumah bang jhony dengan dibantu dicarikan ojek Rp. 40.000 langsung menuju rumah bang Jhony memang letaknya agak jauh dari desa Ai bari jarak tempuhnya yaitu sekitar 45 menit. Sampai rumah bang Jhony jam 13.55 wita kami pun istirahat sebentar lalu diajak ngopi tampan di dekat Taman Keratu engga jauh dari rumah bang Jhony sampai adzan maghrib berkumandang kami pun berkemas kembali dirumah bang Jhony. Setelah selesai kami pun berpamitan dengan keluarga cemara yang sangat sangat baik ini. Disetiap pertemuan pasti ada perpisahan, disetiap perpisahan pasti akan meninggalkan kenangan. Terimakasih bang Jhony beserta keluarga kalian telah memberikan kenangan yang manis  kepada kami di tanah Sumbawa ini, doa kami semoga keluarga bang Jhony sehat selalu, semoga sukses dengan kerjaannya, dan selalu dilindungi oleh allah SWT amin. Ini lah yang gw sukai dan gw rindukan disetiap perjalanan, selalu saja dipertemukan dengan orang yang mengejutkan dari orang yang jahat sampai orang yang sangat baik dan pastinya mereka selalu memberikan pengalaman serta kenangan yang tak terlupakan dalam setiap lika-liku perjalanan, sekali lagi terimakasih untuk bang Jhony sekeluarga. Lalu kami pun diantar oleh temannya bang Jhony menuju tempat pemberhentian bus di jalur lintas Sumbawa – Bima. Setelah menunggu lama bus pun datang bus pun berangkat jam 23.50 wita Rp.100.000.
Makan dirumah pak Akub
Ngopi tampan dekat Taman Keratu
Taman Keratu
Foto bersama keluarga bang Jhony
Diantar mobil bak temen bang Jhony
Suasana dimobi bak

Jumat, 14 Agustus
            Sekitar jam 05.15 wita kami pun sampai di terminal Bima lalu kami mencari warung untuk sarapan sembari nunggu bus menuju pelabuan sape berangkat, biasaaa lagi ngetem bus nya. Oh ya sedikit saran untuk di terminal Bima agar berhati-hati dengan porter disana, jangan sampai tas kita dibawa karna kalau sudah dibawa mereka akan meminta uang sama kita sekitar Rp.10.000 - 20.000. Untuk mengantisipasinya setelah turun dari bus kalian bisa langsung masuk bus tujuan sape saja tas ditaro didalam pun gapapa jangan mau kalo disuruh ditaro di atas. Akhirnya sekitar 1 jam lebih bus pun berangkat menuju pelabuhan sape, sekitar 3 jam perjalanan menuju Pelabuhan Sape ini dengan ongkos bus Rp. 30.000. Sesampainya di Pelabuhan Sape sekitar jam 08.30 wita pagi kami langsung menuju loket tiket dengan membayar Rp.60.000 kami mendapatkan tiket ke syurga, yap Labuan Bajo salah satu syurga nya timur Indonesia maksudnyaaa. Kapal berangkat jam 09.10 wita *tottooottooooott* bunyi klakson kapal, *kreeeookk* bunyi perut gw yang laper karna belom sempet sarapan huhuhu.
Terminal Dara Bima
Meninggalkan Pelabuhan Sape